Program Studi Teknik Industri

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Prospek Kerja


June 16th, 2017 | Posted by: rinda g


Sarjana Teknik Industri dibutuhkan di berbagai jenis industri seperti industri manufaktur, otomotif, energi, perminyakan dan gas bumi, pertambangan, pertanian, perkebunan, pangan, hingga jasa. Menurut data yang dirilis oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pada tahun 2011, jumlah pasokan sarjana teknik rata-rata pertahun dari tahun 2002 sampai dengan 2007 adalah 37.740 orang. Sedangkan rata-rata kebutuhan sarjana teknik di tahun 2016 sampai dengan 2020 adalah 90.500 orang per tahun.

Di tahun 2021 hingga 2025, prediksi kebutuhan Sarjana Teknik di Indonesia terus meningkat hingga mencapai 129.500 orang. Menurut data BKTI – PII tentang profil lulusan Teknik Industri berbasis KKNI, Proyeksi serapan lulusan Program Studi Teknik Industri diharapkan dapat berperan di masyarakat/dunia kerja yaitu sebagai:

  1. Perancang Sistem Industri; diantaranya merancang sistem produksi, merancang produk, merancang tata letak atau lay-out
  2. Perencana dan Pengendali Sistem Industri, Peran tersebut memiliki profesi antara lain: praktisi pada berbagai bidang industri, perencana dan pengendali persediaan (PPC) dan Pengendali Kualitas (QC) pada industri manufaktur ; supervisi atau analis pada industri; dan konsultan.
  3. Pengelola , Peran tersebut mengelola pabrik, rantai pasok (supply chain), persediaan dan lain –
  4. Akademisi dan Peneliti, Peran tersebut memiliki profesi antara lain : Peneliti (LIPI, BPPT, Litbang Pertanian, Litbang Perikanan, Lemigas, dll.); Staf instansi pemerintahan (Kementrian Perindustrian, Perdagangan, Kelautan dan Perikanan, Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup,dan instansi pemerintah daerah); dan Akademisi. Peran tersebut memiliki profesi antara lain: tenaga pendidik dan kependidikan.


Tinggalkan Komentar



Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)